Nerusin cerita liburan di Bali, ada satu dessert yang sepertinya akan memenangkan gelar Dessert of the Year dari saya. Udah lupa sih, nama persis di menunya itu apa. Yang pasti, komponen makanannya terdiri dari apel yang direbus, cinnamon caramel, es krim vanilla, dan ada semacam crust di bawah es krimnya, yang rasanya manis, tapi entah terbuat dari apa.
Waktu memesan menu ini, jujur aja, saya nggak nyangka bahwa rasanya akan seistimewa itu. Bahkan, ketika piringnya datang ke depan mata, mulut kontan berkomentar, "Woooww!".... Dan si pelayan masih berdiri di samping saya. Soalnya, sebenernya, saya memesan menu yang ini hanya supaya makanan yang disantap oleh kakak, sepupu, dan saya, beda-beda, jadi bisa saling nyicip.
Satu sudah pesan banana crepe, dan satu lagi sudah pesan banana split. Terpaksa, saya menjatuhkan pilihan ke menu yang masih asing namanya, berharap rasanya nggak akan kalah dengan menu yang udah lebih familiar. Siapa sangka, ternyata dessert yang saya pilih malah menjadi 'pemenangnya'.
Dessert ini jadi lebih nikmat karena suasana tempat makannya bener-bener beda. Memang, pengunjungnya cuma kita bertiga, tapi di situlah enaknya. Serasa tempat itu jadi milik sendiri. Dan kita duduk di pinggir cafe, dengan pemandangan laut tepat di depan mata (deskripsi lebih jelas ada di '...That Peaceful Place...').
Dengan dessert yang menggiurkan, dan hamparan laut serta debur ombak... bener-bener sebuah momen yang I would treasure for... ever.
Sayangnya, sekarang udah kembali ke Jakarta. Dan di tengah sunyinya malam, dan dinginnya AC... tiba-tiba, lidah ini ingin merasakan kembali manisnya dessert itu. Apel yang direbus hingga garing dan manis, dicampur dengan saus karamel dari kayu manis. Plus es krim vanilla dan crust yang lembut-crunchy. Nyaammm... Tapi, ngidam ini harus diredam, karena susah untuk mendapatkannya.
Memang, harganya hanya sekitar Rp50.000. Tapi, kita harus terbang dulu ke Bali, lalu menempuh perjalanan selama 2 hingga 3 jam ke Amed, baru deh bisa menikmati dessert ini plus pemandangan laut... Ngidam yang susah, euy!
Tapi, kalo lagi ke Bali, cukup worth it juga sih menyisakan satu hari khusus ke sana. Lagian, kapan lagi bisa makan es krim di pinggir laut? Berdoa aja supaya itu cafe masih buka, karena nggak banyak turis yang ke sana. Tempat itu memang belum banyak orang yang tahu... Tapi, saya lupa nama cafe-nya apa. Hehehe...
Biar lebih jelas makanan yang dimaksud kayak apa, ini fotonya:
Sekarang, bayangin aja makan itu, sambil memandangi ini:
Sekarang, bayangin aja makan itu, sambil memandangi ini:
Ngiler? Memang itulah tujuannya, supaya saya nggak ngidam sendirian.. hahahahaa... ;p
Regards,
Risty


No comments:
Post a Comment