Tepatnya minggu lalu, saya baru saja mengalami sebuah pengalaman istimewa. Pengalaman yang mengingatkan saya kembali akan hal-hal yang saya sukai saat SMA. Pengalaman yang membuat saya menyadari apa yang saya cari dan saya inginkan di dunia ini.
TanaKita, Sukabumi. Sebenarnya, saya melakukan trip ini murni untuk menjalankan tugas liputan yang diberikan oleh atasan. Bahkan, awalnya, saya agak malas ikut. Soalnya, camping. Dan saya kurang suka camping. Kebayang harus tidur di tengah udara dingin, di atas tanah yang juga dingin hanya dengan tikar dan sleeping bag, seperti masa-masa Persami. Yup, harus diakui, Persami yang dilakukan saat SD dan SMP dulu tidak membekaskan memori yang indah. Bahkan, menjadi sebuah momok yang tidak ingin diulangi lagi.
Tapi ternyata, camping yang satu ini berbeda. Kita tidak perlu capek-capek mendirikan tenda, karena semua sudah disiapkan. Bahkan, bagian dalam tenda pun sedikit ditinggikan, sehingga kasur yang tersedia di dalamnya tidak langsung rata tanah. Dan di atas kasur, sudah ada bantal dan sleeping bag. Kamar mandinya juga bagus. Kalau hotel ada bintang lima, maka tempat camping yang satu ini saya sebut sebagai camping bintang lima. Belum lagi makanannya yang enak-enak, dari mulai sarapan, makan siang, makan malam, hingga kambing guling dan jagung bakar saat api unggun.
Tapi, yang paling seru, tentu saja games-gamesnya. Di hari pertama tiba, para media yang ikut langsung dibagi menjadi beberapa kelompok. Ini juga menjadi kesempatan kita untuk saling kenalan (baca: memperluas koneksi). Rintangan demi rintangan games dilalui dengan fun, termasuk saat hiking. (Note: jangan pake sepatu lama, otherwise, solnya bisa lepas... seperti yang terjadi pada saya. Yup, I don't know why, tapi sepertinya kesialan selalu saja terjadi setiap kali saya bepergian).
Tapi, tak ada yang bisa menandingi kebahagiaan saya selain kegiatan yang dilakukan di hari kedua. Inilah kegiatan yang saya bilang mengingatkan saya akan masa-masa SMA dulu. Sebuah kegiatan yang seakan menyiram otak saya, dan membuat hati saya berteriak, "This is who I am!". Kegiatan itu bernama TUBING.
Tubing adalah sebuah permainan di mana kita berbaring di atas ban, dan biarkan ban itu mengalir mengikuti arus sungai. Tepatnya, sungai Cigunung (foto di atas). Jadi, bayangkan saja seperti berbaring di atas ban di dalam kolam arus, tapi ini a real-life kolam arus... dengan jeram di sana-sini, yang membuat kita mengalir turun dan turun... dan kalau jeramnya kuat, bisa-bisa terjungkal kebalik.
Bisa dibilang, ini seperti arung jeram mini. Kalau arung jeram kita naik boat beramai-ramai, ini satu orang satu ban. Jadi, kalau orang yang udah duluan turun di depan kita nggak tiba-tiba nyangkut di batu (airnya dangkal, jadi ban sering nyangkut), dan orang di belakang kita belum kelihatan batang hidungnya, we are literally alone in the middle of the river. Sendirian, mengikuti arus sungai yang unpredictable derasnya.
Ngeri? Nggak juga. Justru di saat sendirian itulah saya merasakan sebuah perasaan yang lama hilang. Saat itulah hati saya berteriak, "This is who I am! This is what I love!". Sendiri, hanya dikelilingi oleh alam... sungai yang mengalir, bebatuan di kanan-kiri, dan pepohonan di tepinya... Mungkin gila, tapi saya merasa saat itu alam sedang mengajak saya bermain. Saya pun memasrahkan nasib saya (baca: pasrah jika nyangkut di batu atau terbalik karena jeram yang deras) kepada alam. Saya merasa mereka tersenyum kepada saya, senang 'menemukan teman bermain'. Air yang dingin pun dalam sekejap menjadi sahabat. Dinginnya tak terlalu menusuk seperti saat pertama kali menceburkan kaki ke dalam sungai.
Benar-benar sebuah pengalaman istimewa. Dan harus dicoba oleh orang-orang yang senang berdekatan dengan alam.
Memori indah dari tempat ini bukan hanya permainannya yang fun, tapi juga pemandangannya yang... Wow... Bahkan, ketika mata baru saja melek dari tidur, jangan bermalas-malasan keluar dari tenda, karena pagi kita akan langsung disambut oleh...
Nice, huh? Kalau tertarik, mungkin bisa langsung aja klik di http://www.rakataadventure.com/tanakita.html
I was lucky karena saya bisa ke sini gratis (itulah salah satu keuntungan media.. hahahaa)... Tapi untuk yang mau menyisihkan uang demi mendapatkan kesegaran alam... TanaKita is worth the experience... :)
Selamat mencoba!
Regards,
Risty

